TOPIK
Globalisasi
Ekonomi-Politik
Sosial
Filsafat
Pemikiran Politik
Kajian Budaya
Kajian Indonesia
Gender
Sastra
Ekologi / Agraria
Sejarah

 

SERI

Mengkaji Anarkisme
Buku Pengantar

 

 

 


R E K O M E N D A S I


 

 

Apa Itu Musik?

Kajian tentang Sunyi dan Bunyi Berdasarkan 4'33" karya John Cage

Karina Andjani

 

"Karina Andjani menyadarkan kita tentang hal ini lewat lajur-lajur pemikiran John Cage, seorang musikus tak bermusik. Buku ini menjadi referensi berharga bagi komponis dan pengamat musik."

Jawa Pos, 25 Mei 2014

 

Marhaen dan Wong Cilik:

Membedah Wacana dan Praktik Nasionalisme bagi Rakyat Kecil dari PNI sampai PDI-Perjuangan

Retor A.W. Kaligis

 

Bagaimanakah partai-partai nasionalis memaknai upaya pembebasan rakyat kecil sepanjang sejarahnya? PNI memakai istilah “marhaen” sebagai upaya identifikasi mereka pada rakyat kecil. Istilah “marhaen” sendiri dipopulerkan oleh Soekarno sebagai reaksi atas kebijakan pemerintah Hindia Belanda menggencarkan liberalisasi ekonomi. Sementara istilah “wong cilik” mulai dipopulerkan PDI pada akhir 1980an sebagai reaksi atas kebijakan ekonomi Orde Baru yang melahirkan konglo­merasi di Indonesia, dan masih terus digunakan oleh PDI Perjuangan pasca Orde Baru.

 

Buku ini melacak bagaimana partai-partai nasionalis menjadikan permasalahan rakyat kecil sebagai dasar perjuangan mereka—di titik manakah mereka berhasil dan di manakah yang tidak; apa saja kendala internal dan eksternal dalam percaturan politik riil tiap-tiap era yang dibahas?     >> selengkapnya...

 


 

Kebangkitan Gerakan Buruh: Refleksi Era Reformasi

Jafar Suryomenggolo (ed.)

 

Reformasi 1998 memaksa gerakan buruh meredefinisi tugas, kerja, dan tantangan yang dihadapinya sebagai bentuk kontekstualisasi organisasi bagi anggota dan masyarakat umumnya.

 

Sebagai organisasi sosial, serikat buruh telah dengan kritis dan aktif mempertanyakan (bahkan menentang) kebijakan-kebijakan neoliberal yang merugikan masyarakat umum. Gerakan buruh kini tidak hanya terpaku pada masalah-masalah di pabrik saja, tetapi berkontribusi penting bagi masyarakat luas.

 

Fakta-fakta tersebut mengantar para penulis buku ini untuk menggali secara lebih mendalam: Apa yang seharusnya menjadi prioritas gerakan? Adakah strategi dan metode baru berorganisasi bagi gerakan buruh? Bagaimana kerja gerakan buruh mampu menciptakan gaung sosial bagi masyarakat umum?    >> selengkapnya...

 


 

Pengantar Sosiologi Kewarganegaraan: Dari Marx sampai Agamben

Robertus Robet dan Hendrik Boli Tobi

 

Setelah sempat mati suri sebagai kajian akademik maupun isu politik, persoalan kewarganegaraan kembali merebak akibat arus globalisasi neoliberal yang memunculkan persoalan mengenai hak-hak ekonomi warga. Globalisasi juga memunculkan persoalan lain terkait politik identitas dan multikulturalisme.

 

Buku ini adalah buku pengantar pertama berbahasa Indonesia yang merangkum pelbagai perkembangan pemikiran mengenai kewarganegaraan.    >> selengkapnya...

 


 

Pengantar Pemikiran Tokoh-tokoh Antropologi Marxis

Dede Mulyanto dan Stanley Khu (eds.)

 

Antropologi Marxis lahir sebagai reaksi atas kegagalan teoretis dan kebutaan politis antropologi yang dominan sebelumnya.

Tokoh-tokoh yang diulas di buku ini dipilih karena orientasi teoretis mereka, yang meskipun tidak bisa secara bulat dimasukkan ke dalam satu aliran yang sama, tetapi secara garis besar terilhami oleh Marx dan menggunakan analisis Marx secara baru dalam upaya memahami apa yang tersembunyi di balik dinamika realitas empiris kemasyarakatan dan kebudayaan. 
  >> selengkapnya...

 


 

Aku Bukan Manusia, Aku Dinamit: Filsafat Nietzsche dan Politik Anarkisme

John Moore (ed.)

 

"Buku ini membuka jalan untuk semakin mencakupkan pemikiran Nietzsche ke dalam gerakan-gerakan protes. Ia membawa Nietzsche keluar dari dunia akademik menuju ke jalanan."

— Jurnal Ephemera

 

Mengaitkan filsafat Nietzsche dengan anarkisme barangkali terdengar mengejutkan, terutama karena Nietzsche sendiri mengutuk amat keras pandangan politik sama rata sama rasa baik yang dianut oleh anarkisme maupun sosialisme.

Namun demikian, ada pokok-pokok kesesuaian tertentu antara filsafat Nietzsche dan anarkisme, terutama karena keduanya sama-sama mengusung visi transformasi sosial radikal. 
>> selengkapnya...

 


 

 

 

"Menyampaikan bahwa kehidupan-bersama pada dasarnya berbicara tentang harapan [...] Tampaknya, bagi Ani: harapan bicara lewat strategi!"

Media Indonesia

 

>> selengkapnya...

 


 

"Wacana yang ditawarkan nyentrik: rambut gondrong [...] Menjelaskan bagaimana Orba menghegemoni pemaknaan terhadap apapun."

Radar Surabaya

 

>> selengkapnya...

 


 

 

© 2005-2014 Marjin Kiri

www.marjinkiri.com | Terakhir diperbarui: 19 Juni 2014