TOPIK
Globalisasi
Ekonomi-Politik
Sosial
Filsafat
Pemikiran Politik
Kajian Budaya
Kajian Indonesia
Gender
Sastra
Ekologi / Agraria
Sejarah

 

SERI

Mengkaji Anarkisme
Buku Pengantar

 

 

 


R E K O M E N D A S I


 

 

Piramid

Ismail Kadare

 

"Kadare berani menyerang sumber sanjungan semua ideologi imperial Barat: kebebasan. Ia berani menunjukkan bahwa kebebasan yang menggantikan komunisme bukanlah akhir yang bahagia seperti yang disuarakan pers Barat; sebaliknya, ia bisa lebih buruk dibanding komunisme itu sendiri."

Nina Sabolik, World Literature Today, 14 Agustus 2013

 

To our international partners: Our English website is still under construction. In the meantime, you can browse our books in our English catalogue (1MB PDF) or contact us at redaksi@marjinkiri.com.


 

Buruh, Serikat, dan Politik: Indonesia pada 1920an-1930an

John Ingleson

 

Masa-masa akhir 1920an hingga akhir 1930an di Indonesia lebih banyak dilihat sebagai masa-masa yang lesu dan tidak menarikóbukan hanya karena depresi ekonomi dunia ikut menghantam wilayah koloni, melainkan juga karena luapan aktivisme politik dari dekade sebelumnya ditumpas dan dikekang dengan ketat oleh pemerintah kolonial.

Melacak sumber-sumber dari majalah-majalah terbitan serikat buruh, artikel-artikel koran, dan laporan-laporan dinas intelijen kolonial dari periode tersebut, John Ingleson berusaha menunjukkan bahwa di dalam ruang gerak yang sempit itu sesungguhnya berlangsung suatu pergulatan menarik dari para aktivis buruh dan politik yang terus berjuang mencari celah untuk menantang pihak majikan, negara kolonial, serta kepasrahan masyarakat itu sendiri. 
  >> selengkapnya...

 


 

Kurasi dan Kuasa: Kekuratoran dalam Medan Seni Rupa Kontemporer di Indonesia

Agung Hujatnikajennong

 

Istilah, praktik, dan profesi kurator yang belakangan marak di dunia seni rupa Indonesia sesungguhnya nyaris tak pernah ditemukan dalam wacana seni rupa Indonesia sebelum era 1990an. Mengapa demikian? Adakah kaitan antara "kurator" dengan wacana "seni rupa kontemporer" yang juga berkembang dari kurun waktu yang sama?

 

Buku ini mengupas sejarah teori dan praktik kekuratoran baik di Barat maupun dalam konteks yang khas Indonesia, beserta relasinya dengan kuasa-kuasa lain yang bekerja dalam medan seni rupa.    >> selengkapnya...

 


 

Ekofenomenologi: Mengurai Disekuilibrium Relasi Manusia dengan Alam

Saras Dewi

 

Gerakan ekologi dan etika lingkungan telah dengan tepat menunjukkan berbagai kerusakan alam akibat aktivitas-aktivitas manusia yang mengutamakan kepentingannya sendiri. Namun baik ekologi maupun etika lingkungan kerap kesulitan dalam menjelaskan kepentingan manusia di dalam kerangka hidup bersama alam.

 

Memakai pendekatan fenomenologi yang bersumber dari filsafat Husserl, Merleau-Ponty, dan Heidegger, buku ini hendak meneliti hubungan ontologis manusia dengan alam secara lebih mendalam dan radikal. Sebuah perangkat baru hendak dibangun guna memahami alam secara substansial.    >> selengkapnya...

 


 

Di Balik Marx: Sosok dan Pemikiran Friedrich Engels

Dede Mulyanto (ed.)

 

Peran Engels kerap dikerdilkan hanya sebagai juru tulis Marx, atau sahabat yang bertugas membantu kondisi keuangan Marx.

 

Buku ini adalah bagian dari upaya merehabilitasi sosok dan pemikiran Engels yang sesungguhnya. Pemikiran Engels terlalu besar untuk disepelekan. Dialah yang membuat Marx beralih dari filsafat untuk menerjuni kritik ekonomi-politik yang menurutnya merupakan kunci untuk membongkar cara kerja kapitalisme.

 

Kekayaan pemikiran Engels diuraikan melalui beragam contoh kasus, mulai dari evolusi tangan manusia hingga konflik keagamaan di Tibet.    >> selengkapnya...

 


 

Perbudakan Seksual: Perbandingan antara Masa Fasisme Jepang dan Neofasisme Orde Baru

Anna Mariana

 

Kekerasan massal terhadap perempuan berulang terjadi pada tiap-tiap masa krisis dan transisi dalam sejarah politik Indonesia, yakni pada periode singkat kekuasaan Jepang, pada periode konsolidasi Orde Baru pasca 1965, dan pada 1998.

Buku ini membahas dan membandingkan kekerasan pada masa fasis Jepang dan neofasis Orde Baru pasca 1965. Meski banyak diingkari oleh penguasa, kekerasan terhadap perempuan yang terjadi pada kedua era itu layak disebut sebagai perbudakan seksual, karena berlangsung terus-menerus, sistemik, dan berulang.  
  >> selengkapnya...

 


 

 

 

"Menyampaikan bahwa kehidupan-bersama pada dasarnya berbicara tentang harapan [...] bagi Ani: harapan bicara lewat strategi!"

Media Indonesia

 

>> selengkapnya...

 


 

"Wangari Maathai adalah pemimpin langka yang tahu cara mencipta kemandirian, bukan ketergantungan [...] membuat kita sedikit lebih kuat."

Gloria Steinem

 

>> selengkapnya...

 


 

 

© 2005-2015 Marjin Kiri

www.marjinkiri.com | Terakhir diperbarui: 14 April 2015