|
Buku ini termasuk
dalam seri
Klik untuk
penjelasan lengkap
Amartya Sen adalah ekonom yang tak
biasa. Bidang filsafat dan kebudayaan yang digelutinya banyak
mempengaruhi teori-teori monumentalnya yang telah mengubah
berbagai kebijakan pembangunan di negara berkembang.
Berangkat dari pengalaman masa kecilnya, Sen menggali konsep
yang banyak disalahpahami tentang identitas. Pada usia 11 tahun
Sen menyaksikan seorang buruh Muslim ditikam hingga tewas dalam
kerusuhan sektarian di India. Para penikamnya dari kelompok
Hindu sebenarnya juga buruh yang sama-sama miskin. Lalu mengapa
kesamaan identitas kelas ekonomi ini bisa terlupakan dan
tergantikan secara membabi buta oleh
identitas keagamaan?
Dengan menelusuri isu-isu multikulturalisme, pasca-kolonialisme,
fundamentalisme, terorisme, dan globali-sasi, Sen membongkar
stereotip-stereotip soal Timur dan Barat dan menghantam keras
pandangan picik soal identitas yang kini menjadi pemicu utama
pertikaian-pertikaian kontemporer.
Dilengkapi kata pengantar dari Dekan
FISIP Universitas Indonesia, Prof. Dr. Gumilar Rusliwa Somantri
"Membaca Sen, Membaca Realitas Kita".
Ingin tahu komentar
para tokoh dunia tentang buku ini?
Klik di sini |