|
"Cerpen-cerpen
Damhuri Muhammad membuat saya serasa sedang berkelana di negeri
legenda. Itulah, saya kira, kekuatan para pengarang muasal
Sumatera Barat."
—
Veven Sp. Wardhana, penikmat budaya massa
Cerpenis muda berbakat Damhuri Muhammad menyajikan kumpulan
karya terpilihnya yang telah tersebar di pelbagai media massa
se-Indonesia.
Dengan menjelajahi ragam tematik dan ekplorasi prosaik, antologi
ini berusaha menyoroti khazanah keMinangkabauan (dan lebih
luasnya keIndonesiaan) yang pelan-pelan tergerus arus
kapitalisme global dengan segala kepelikannya.
"Lidah Sembilu adalah upaya Damhuri
Muhammad untuk tak terjebak antara romantisme tradisi dan kilau
modernitas. Ia mengarungi kekayaan khazanah lokal Minang tanpa
membiarkan diri terperangkap oleh klise (“Perempuan Berkerudung
Api”), menerobos ke jantung gaya hidup modern (“Karnaval Pusar”),
atau kenangan pada lawan jenis yang berhasil menghindari jebakan
melodramatik (“Rindusorang”). Kosa katanya berlimpah.
— Akmal Nasery
Basral, jurnalis & novelis |